Circle of Friends

hello every one. i wish you have a wonderful day. so i’m writing this after i had a conversation with one of my friend in my group. well it’s not a heavy conversation, just a light conversation, talked about each other’s mind and thoughts during undergraduate times, and about coass early days, our difficulties and stuff. but, today i’m going to share about one thing that mostly common between me and her. and maybe it’s a good thing if you had this kinda situation too.

have you ever feel lonely? like, you know, everyone have their own circle friends, and there’s just you, with no one to hang out with. well, I have and so does my friend. i don’t know if it’s only in my place or your place too, but studying dentistry major in my university, you can’t do it by yourself. you know, you have to find at last one friend to study with, to write a report together. even though the report is an individual task, but you need friends to know the right format report, the right references, and the most important is to motivate each other. don’t think that there were only one report, nope. there are two or more, every week. but that was in the first until third semester as i can remember.

and you need friends to copy mid-semester and end-semester test questions from the upper batch. you can’t get it by yourself right? you need acquaintance, and a large circle of friends. why this is important? i tell you a secret. some of the questions, sometimes are the same as the questions from the last semester. but sometimes are not the same, but similar. you see? it help us to get a higher grade.

if it’s not the questions, maybe just tips and the doctor’s typical style in test. it helps you prepare for the test. and then you can study together with your friend

you see, you can’t ‘live’ alone in dentistry during undergraduate times.

at the beginning of the first semester. i ‘live’ alone. well, at first, like usual everyone greeted each other, at least every person that seated beside them. still not knowing are they a good person or not. and then days goes by, they have friends that clicked each other, but not a strong relationships. and then, they started to go everywhere with that friends. and weeks goes by, they know where each other live and they go culinary together. and just like that they have they own circle.

me? nope. at the time they have their own circle, i still didn’t have one. so i started to think that i’m alone and i have to live with that for the rest of my study years. i only friends with them, but it’s just a friend-that-seated-beside-me and a friend-with-the-same-hometown. and after we moved class, they will go with their friends. and i’m alone again.

at a spike, i thought i have my own friend, i did have gone to a mall with some friends, but it doesn’t stay long. i forgot why. lol. as i can see, it wasn’t happen in my circle only. but it happen with some of them too. so in this part, they were still changing friends. still looked for the right friends. lol.

so then i thought, i can’t forever live alone like this, you know. i don’t know any information about stuffs. then i have a friend that comes from the same hometown with me. frankly, i did’t really like her lol. but there were some chances that i like being friend with her. then i just stick with her. by that time, she already have her circle of friends. and just like that, at almost in the end of the first semester, i slowly join her circle and become my circle hehehe.

but as the time flies, you will find your own circle of friends. i really thank God that i’ve found my own and we’re still hang out till now. even though we’re in the different block group, but we still find times to hang just for some light chit chat. they’re the best.

well how about you?

what if you still alone?

don’t worry. i have tips for you, and it’s based on my experience, you might find a different situation with you

first, be an open person

for me, being open is the first step. start with the little things, such as greet your friends first, and start to ask where they live, are they live near you or not, hobbies, and stuff about college. you’ll get into that. here’s some tips, if they talked a lot, just listen to them. it doesn’t do you any harm right, to be a good listener? or the least thing you can do, pretend you listen to them 🙂

second, don’t judge too fast

oh they’re ugly, i don’t wanna be friend with them. oh they’re pretty, i’d love to be friend with them. oh they’re too noisy. oh they’re too quiet. oh this, and that. no. don’t. stop. well i won’t deny that appearance of a person reflects their characteristics. but, at some point, you will know that they are not as they seem. and by then, try to be friends with them. and when you know that they weren’t good, you have 2 options, don’t be friends with them, and try to accept them which bring us to the third tips

third, learn to accept

this tips is for you who stuck to a group of people which you can’t leave them and you have to be part of them in the rest 7-8 semesters. this kinda group usually your lab group, presentation group, papers group, etc group that divided by your student number. and this person’s student number is right above or below you. you know what i mean?

at the first time your group gather, you will know their attitude, how they speak, and how they role in your group. and you might find someone or some people that was annoying to you. but you can’t deny them, you can’t just ask your lecturer to switch your group. no guys. this is how you’re tested to be grown up. just stay calm. accept ‘a part of’ them. look for something that makes you like them. don’t only focus on what makes you annoyed. just try. you’ll find a way.

well, that’s all that i can give you. i hope it’ll help your lonely problem. and one thing,

You are not alone

have a nice day 🙂

Iklan

Sebuah Cerita Perjuangan Skripsi

Assalamualaikum wr. wb.

I will start my next post with a common question:

gimana sih kuliah di kedokteran gigi, khususnya di Indonesia?

hmm ini pertanyaan yang sangat luas jawabannya. karena ini jawabannya sangat subjektif. tapi kalau aku cerita cerita dengan teman teman sejawat, ya jawabannya hampir sama. sulit, capek, pusing, praktikum dan laporan ga ada habisnya, belum lagi tugas dan kuis yang dibawa pulang. ya memang begitu. ga bisa dipungkiri, memang begitu.

dan mungkin yang paling terasa membuat pusing dan bingung adalah ketika dosen-dosen menuntut kita untuk tau sebelum beliau beliau meberitahu. ya kan?

apalagi ketika kita bertanya sesuatu, dan dosen hanya menjawab, “saya rasa itu ada di buku A ya, jadi saya tak perlu menjawab” haaaah gimana kita ga bingung. di buku A di bagian mananya dookk *nangis di pojokan*

kalau di tempatku, angkatan 2012, sistem perkuliahannya semi blok. beda dari universitas-universitas lainnya. namanya itu Sistem Terintegrasi. kalau sekarang, mulai angkatan 2016, sistemnya udah Sistem Blok. disamakan dengan universitas-universitas lainnya.

tapi gapapa. semua perubahan itu demi meningkatkan kualitas dokter gigi-dokter gigi yang akan dilahirkan nanti. jadi kita harus lebih kuat, lebih sabar, dan yang pasti jangan cepat menyerah.

aku mau cerita tentang bagaimana perjuangan skripsiku. ya tiap tiap mahasiswa pasti punya ceritanya masing-masing. aku ingin cerita begini biar kallian ga merasa sendiri, bahwa ada orang lain yang struggling just like you. but, maybe out there, they might be worse.

jadi aku ngambil skripsi di departemen Ilmu Kedokteran Gigi Dasar (IKGD) atau umumnya disebut dengan Biomedika. secara garis besar, aku ingin meneliti tentang efek antibakteri dari Kangen Water yang berpH asam atau Strong Acid terhadap bakteri Enterococcus faecalis.

air-asam-elektrolisis.jpg

di tempat ku, pembimbing ada 2, yaitu pembimbing utama dan pendamping. secara umum, pembuatan proposal alhamdulillah lancar, untuk judul ya seperti biasa lah, dirubah rubah, tapi intinya tetap sama. trus bab 1 dan 2 alhamdulillah tidak banyak kendala. cuma bolak-balik revisi karena karakter dosen yang sangat perfectionist mengenai poin poin yang harus dijabarkan, tata tulis, sitasi yang harus benar benar sesuai, dll. kemudian masuk di bab 3, yaitu bab “Metode Penelitian”.

nah di bagian bab 3 ini mulai terkendala, untuk menyusun metode penelitian ini tidak boleh sembarang tulis. ya iyalah, ini kan karya ilmiah. jadi untuk menyusun Bab 3 ini, perlu dilakukan Prepenelitian. gunanya untuk mencocokkan antara teori-teori penelitian dari jurnal dengan keadaan di lapangan. it’s not literally “di lapangan”, but, you know what i mean right?

misalnya nih, di jurnal A, bahan penelitian menggunakan gigi asli yang dibagian apikalnya ditutup dengan cat kuku. nah, di prepenelitian ini kita cek, apakah penggunaan cat kuku ini efektif untuk menutup kebocoran apikal, apakah cat kuku yang kita gunakan tahan di-autoclave, apakah cat kuku ini berpengaruh terhadap hasil penelitian kita.

20160620_093503

sampel yang dipakai di prepenelitian ini juga lebih sedikit dari yang sebenarnya. toh tujuannya untuk uji coba metode kan.

trus misalnya lagi, untuk pengambilan sampel bakteri di saluran akar gigi, di jurnal B diambil dengan paper point yang sudah dibasahi salin steril, trus diusap usapkan ke dinding saluran akar. nah setelah kita lakukan hal yang sama, apakah cara ini berhasil juga atau tidak? well, in my experience, this does not work. setelah dicoba beberapa kali dan setelah bolak-balik konsultasi ke dokter pembimbing, akhirnya disepakati air salin dimasukkan terlebih dahulu ke ke dalam saluran akar, kemudiaan paper point satu per satu dimasukkan ke dalam saluran akar hingga sesak, baru kemudian diputar putar, dan diambil sampelnya

you see? it’s not as simple as it seems. that’s why we need something called “Pre-penelitian” wekekekek.

banyak faktor-faktor yang tidak bisa kita kendalikan jika berhubungan dengan bakteri. bukan tidak bisa, tapi sulit. kita hanya bisa berusaha untuk meminimalkan faktor-faktor pengganggu itu. selain itu, perbedaan hasil juga bisa disebabkan metode yang kita pakai sama yang di jurnal itu beda.

kalau tidak salah, aku stuck di bagian prepenelitian ini sekitar 1 setengah bulan. karena 1 penelitianku ini membutuhkan waktu 5 hari. belum lagi lab tutup hari sabtu-minggu. jadi dengan kata lain, dari mulai perlakuan sampai dapat hasilnya aku butuh waktu 1 minggu. belum lagi kalau ada tanggal merah di pertengahan minggu, aku ga bisa melakukan penelitian ini. trus juga gigi yang aku pakai untuk perlakuan juga harus steril, dan untuk menguji sterilitas gigi itu perlu waktu juga. kalau ga steril, harus diulang sterilisasinya. begitulah

ada saatnya aku capek mengulang, pengin ganti tapi udah terlanjur nyebur. pengin lanjut tapi kok ya Allah susahnya dapet hasil yang kita inginkan. belum lagi ngeliat satu per satu teman udah semprop, udah mulai penelitian, dll. tapi akhirnya berkat doa dan dukungan dari orang orang terdekat, hiburan dari teman-teman dan sahabatku, aku masih bisa survive. aku lanjut hingga akhirnya mendapatkan hasil yang diinginkan.

setelah itu, aku semprop. alhamdulillah lancar, walaupun memang ada pertanyaan-pertanyaan dari teman teman yang gabisa aku jawab yang kemudian dijadikan PR untuk didiskusikan kemudian dengan para pembimbing dan penguji. tak lupa ada revisi-revisi

trus bolak balik revisi sampai akhirnya disetujui untuk melakukan penelitian.

nah di sini baru aku mulai penelitian dengan sampel yang banyak. dan saat di bagian hasil….yah bisa kalian tebak. penelitian pertamaku gagal. awalnya aku kira karena sampel terlalu banyak, sehingga ada faktor peneliti kelelahan disitu, jadi tidak fokus ngerjainnya. selain itu, waktu yang sempit juga memaksa aku untuk mem-“pause” kerjaanku dan dilanjutkan besok pagi. ini juga salah sih. jadi setelah aku konsultasikan, tiap-tiap penelitian sampelnya dibagi 3 aja. kalau misalnya aku ada 15 sampel, dibagi 3, jadi 5 sampel per penelitian.

pas udah selesai, sekitar 3 minggu, well, hasilnya tetap ga bagus gaes. *sigh*. trus aku konsultasikan ke pembimbing mengenai hasil itu. pembimbingku bilang bahwa kalau hasilku ini diolah, standar erornya bakal tinggi banget. jadi, pembimbingku minta untuk diskusi dengan penguji. jadi kita berdiskusi berempat (macam sidang skripsi, tapi ini masih diskusi), ada aku, pembimbing utama, pendamping, dan penguji. dan hasil diskusinya adalah…..aku harus ganti metode…..

yah mau gimana lagi, ini gagal terus, jadi mau gamau, aku harus ganti lagi. dan bab 3 ku aku rombak abis. judulnya ganti, EC ganti. ya Allah. yaudah, bermodalkan pasrah kepada Allah, aku kumpulin sisa sisa semangatku dan aku terima keputusan untuk ganti metode. aku mulai cari-cari jurnal lagi. revisi lagi, diskusi lagi. dan harus prepenelitian lagi gaes. aku sampai lupa ini butuh waktu berapa lama. trus prepenelitian ini juga aku sempat ngulang beberapa kali.

di metode penelitian ini lebih banyak terkendala di volume pengenceran. jadi sempat konsultasi juga dengan beberapa dosen, akhirnya disepakati volume yang digunakan.

abis itu lanjut ke penelitian. alhamdulillah berhasil. cuma waktu itu aku ingat, di kontrol positifnya, yang seharusnya hasilnya 0, ada kontaminasi di salamnya, jadi aku harus mengulang untuk kontrol positifnya ini saja. alhamdulillah akhirnya selesai. trus setelah laporan hasil ke pembimbing, alhamdulillah boleh langsung pengolahan data dan analisis hasil.

untuk analisis hasil, aku cukup lama juga terkendala di sini. karena ada hasilnya rada ga berdistribusi normal. trus juga sempet konsultasi ke salah satu dosen yang ahli di bidang SPSS. akhirnya boleh lanjut ke pembahasan. pas udah di pembahasan, pembimbingku ada yang masih mempertanyakan pengolahan data, karena menurut beliau ada yang kurang ‘fit’ disitu.

aku sampai beli buku tentang pengolahan data dengan spss, sampai ke perpus untuk nyari buku spss ini. kata pembimbingku,

Gapapa yah. dipelajari lagi biar makin pinter. nanti kamu jadi lebih pinter dari aku

iya deh dok…saya pelajari lagi. *hiks* padahal pengin cepetan 😦 belum lagi aku lihat temen temenku yang sempropnya setelah aku, udah lebih duluan lulus. ya, kadang ada aja hal yang bikin down

tapi karna pengin cepet itu, aku harus semangat lagi, pelajari lagi tentang pengolahan data. trus sambil dibaca baca tentang pembahasannya. mungkin ada yang ditambah lagi.

yah akhirnya setelah kenyang makan buku yang bukan bidangku, akhirnya aku bisa meyakinkan pembimbingku tentang jenis pengolahan data yang aku pakai. abis itu baru diskusi tentang pembahasan. yah di sini juga stuck lama. tapi ga selama bagian analisis data.

aku udah kode kode ke pembimbingku, aku bilang, jadwal yudisium tanggal sekian. trus pembimbingku alhamdulillah ngedukung aku ikut yudisium periode saat itu, jadi beliau beliau ngeburuin biar bisa sidang secepatnya.

alhamdulillah setelah perjuangan nulis skripsi mulai dari Februari 2016 sampai Januari 2017, telah berakhir. dan sekarang alhamdulillah udah resmi jadi koas dokter gigi. yeaayy!

yah mungkin cerita cerita tentang kendala skripsi kita beda beda. ga mudah memang. tapi walaupun begitu, kita harus

tetap kuat, ga boleh menyerah, ingat ortu menunggu kita untuk sukses, dan ada Allah yang selalu siap untuk mendengarkan dan membantu apapun keluhan kita. minta selalu pertolongan Allah karena Allah Maha Pemberi Perolongan.

Wassalamualaikum wr.wb

Semangaattt para pejuang skripsiiii!!!

The Beginning

Assalamualaikum wr. wb.

Bismillahirrohmanirrohim

well, hello there. jadi sebenarnya ini bukan blogku yang pertama. ini adalah yang kedua. tadinya pengin ngelanjutin yang pertama karena ga mau ribet harus registrasi ini itu, mikirin nama baru dll. but i have no choice. here is why.

so i typed some of my ‘alay’ emails (since the first blog I created was in junior high). I only have 2 emails then actually haha. so because i can’t remember my password, i clicked on the “forgot my password” button. I typed the first email, but this wordpress didn’t recognize it. then i typed the second one, and bingo, the password was send to this second email.

then this is where it became weird. i go to yahoo to see my forgotten password and i tried to sign in my second email . but it said, “we don’t recognize this email”. whaat? i mean, the other website recognize this email, my sister’s instagram account uses this email, and i can even sent a random message to this email. why can’t it be opened? why can’t yahoo recognize my email account?

to be honest, i haven’t sign this second email in for years hahaha. yea i can related to that. but, if i can’t ever sign in again to that account, why it can be used for other purpose?

it’s just weird, or it’s just me who do not know? hahaha CMIIW. i need help, lol.

never mind..

the old blog is just the old me. the younger me. lol

and from now on, this is the newer me, the latest me.

Who am I?

next Monday (26th March ’17), i will be an officially Dentist Co-Assistant in one of the best universities in Indonesia. so maybe thru this blog, i will share you about my life as Dentist Coass, my thoughts, my opinion, or my ordinary life.

I learned from my friend who has been in Coass. I remember she said,

“Kalau kamu punya waktu luang, mending kamu pakai untuk tidur, Yas”

“if you have some spare time, you’d better use it to sleep”. Wow, is it really that busy? :s

well let’s see. this is The Beginning..